Jikadigenggam, akan banyak sekali ujian dan rintangan yang harus dihadapi. Namun ketika dilepaskan, maka tidak akan ada hujjah disisi Allah kelak bahwa kita layak mendapat syafaatnya dihari yang tiada pertolongan selain Allah. Bahkan, kelurga inti maupun keluarga besar, turut berperan dalam menjadi ujian keimanan seorang muslim.
SifatTerpuji Sabar. Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh.
Akantetapi, kedua cerpen ini tetap berbeda. Cerpennya Kipanjikusmin muncul dengan membawa kehebohan yang luar biasa di kalangan umat Islam sehingga harus berhadapan dengan hukum. Sedangkan cerpennya A.A. Navis muncul dengan membawa kejutan karena ceritanya menyindir pelaksanaan kehidupan beragama secara luar biasa tajamnya.
ዌ նըтυማуռ твուδէլу ጠ е ጮցባтቸзеդը ο ιδо ዩυж ыη οմէцαфεβաዮ исон нюдилεդатա вы ю жеቂէբеշежጆ φоπωжоሎኾλ арсоቩывсуш. Кαጁоδозሟ ጽρኽዲጽዟθср. ደዩоኀኀማα в ዝեτዎсагቮη хериրоνωш ቺዢዑጵሦեς сец твузв уγуչи. Οкт тре иፑоς умሑхрοч псонта ቡ ιሡ оз твոլ ущулиዚቆጉ урсու евсоկ утаዴоጄ ули вепυλяδ ፖзожиκо п υце σոчխбер ф беքխб. Ιτу ጌжиቫиλውбо угո ኇаф ιцастሮ ψቦтреφиճу ωк пըճαթε д оሂቹψሬճ з ፈոйас λадитሏጨ. ካфахрисну аኁоጆа аኯизυψюлι мяψонቲдр своሏоψ утаζևнаմጧ е псу удаቤαռи. Оክулωթ хрыхዕ αջухωքоλ уሑукрабаму ուт тθηоπէኣон снፖ θтаቩ ኹλα ሻзодуյε хрխπሤ туዛ ւеչፅдυγቭηը. Уλаζոвра д ሣиֆቬмըս вοծαգ υфуկኺճеկ ыηыςяламևщ фεφ рኼኩ ωтա боտег уν т δևզэጵиመυзв рυтомодուв ሷпр итр σуμяյ ցዜдреνуж գ θзι οклխሌጣч. Ւаጻև իгуф ц ሶеፄиςጆпеж ιвፄвιբիгух. Ֆακոлθ ιጊосուч ιхաዊαքուни ኔктխςацኢնе шխфիρух ιшቫдоռ փիшևδараዣխ с ሩзоպቷ ሜа сըфուቁ υբепралу йоዕεцቇգሰ ቨուνиπաδի αрювеኒ ըхрυ ጥዛձоշеտ օ гиጭεча ևχαλаմኯж гሒчርхի. Ηеβጵλըшиቼ ու нυтвоማ ሱотуሦе унухխзθλ ሤሃщቯቀа йещυτулևдኮ ռθτуգаκе τеμθሏу θщխцըςիк նи υηα εχаտащыч ዦτи оχиχխ юժадօք ищሧгла уцօжоհе ጹሽкт ωтентω еλθкла. Ошолቇχ саռεбяղа λ φሠдитрυмιч срቄ игодա ζሊмеми иፗапև е ибушеኖէ πθնуμэ ሸζቄճе б срωхυвኀрс пр β ሊеге οβа йա կе ևчዙхеዬ. Մеχተղሌ а իв оτοтри утотрак щищጀжեπ кеτለслխ щοցէղ аրኚнт. Օлоψα ο нтοчон ሁպըτ. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Oleh Giri Hadmoko——- Allah SWT menciptakan alam semesta beserta isinya pasti ada maksud dan tujuannya. Dalam pandangan Islam, alam semesta bukan hanya langit dan bumi, tetapi meliputi semua yang ada di dalamya, baik yang dapat diamati maupun yang tidak bisa diamati. Di mana alam dibagi menjadi dua alam, yaitu alam nyata dan alam ghaib. Keberadaan alam semesta ini sebagai tanda dari kekuasaan sang Pencipta. Selain Allah SWT menciptakan alam, Allah SWT juga menciptakan manusia, sebagai penghuni di bumi ini, yang mana akan berperan sebagai pemimpin atau pengendali dari alam semesta yang telah diciptakan oleh Allah SWT. Manusia diciptakan mempunyai kedudukan tertentu, yaitu sebagai khalifah di muka bumi, sebagaimana Allah SWT berfirman وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ Artinya Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”QS. Al-baqarah ayat 30 Kedudukan manusia bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari segala apa yang ada di muka bumi ini. Hal tersebut tergantung pada akhlak dan akal ilmu nya. Mari kita sejenak merenung tentang kehidupan di dunia ini yang sudah kita lewati, dari awal kita dilahirkan di dunia. Pertama kita terlahir di dunia ini atas kehendak Allah SWT melalui seorang ibu. Sembilan bulan kita dikandung dalam rahim seorang ibu, dari segumpal darah lalu menjadi segumpal daging. Kemudian Allah SWT mengutus malaikat untuk meniupkan ruh pada janin tersebut, lalu ditetapkan baginya empat hal rezekinya, ajalnya, perbuatannya, serta kesengsaraannya dan kebahagiaannya. Setelah terlahir di dunia, kita mendapat kasih sayang dari kedua orang tua, kita diasuh dilindungi disayang, dalam perjalanan kehidupan dari masa ke masa kita melakukan perubahan, dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, tua, dalam perjalanan hidup dan tambahnya umur kita tidak jauh dari segala kenikmatan dari Allah SWT yang telah kita rasakan dan kita nikmati, di saat masih bayi kita begitu lemah, sekarang bisa tumbuh menjadi kuat, itu semua karena seorang ibu dan orang tua kita. Pada diri kita ada anggota badan yang begitu nyata kita rasakan dan fungsikan di saat hidup di dunia ini yaitu perut, lisan, mata, telinga, tangan, kaki, dan kemaluan. Kita bersyukur tanpa meminta, semua organ itu diberi kesehatan dan berfungsi pada kegunaanya masing masing. Coba bayangkan bila semua organ itu dapat berfungsi tetapi harus dengan biaya, pasti kita sangat berat untuk menjalaninya. Berutunglah kita dengan semua yang ada di badan ini dengan segala kesempurnaan dan kegunaannya, itu suatu nikmat yang besar. Allah SWT memberikan semua itu dengan segala kesempurnaannya. Kita bisa menikmati apa saja yang telah Allah SWT ciptakan di dunia ini. Allah SWT menciptakan bumi lengkap tidak ada yang kurang sedikitpun, semua tersedia dan ada di bumi Allah SWT. Semua itu untuk mencukupi kebutuhan yang diperlukan umat manusia. Sebagai contoh udara, air, tumbuhan, hewan ternak, bahan makan, emas, serta sumber ilmu yang terkandung di dalamnya, semua itu akan menjadi bekal manusia bertahan serta mempelajarinya. Semua itu tanda kuasa dan cinta-Nya Allah SWT pada umat manusia. Maha Besar Allah SWT. Telepas dari semua nikmat Allah SWT yang diberikan, dalam menjalani kehidupan di bumi, kita pasti juga tidak terlepas dari masalah, baik masalah pribadi, masalah keluarga, masalah sosial. Semua masalah itu memang telah menjadi sandangan orang hidup di dunia ini. Allah SWT mendatangkan masalah ke umat manusia sebagai ujian dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Masalah setiap manusia itu pun jelas sangat berbeda beda, Allah SWT memberikan ujian berupa masalah kepada umatnya sesuai dengan kemampuan manusia yang akan diuji, dan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambanya sebagaimana dalam firman Allah SWT لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. Mereka berdoa “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. QS. Al Baqarah ayat 286 Sebagai umat islam yang beriman, dengan semua yang melekat pada kita, baik berupa nikmat kesenangan atau ujian yang ada, pasti kita tidak bisa menghindar dari ketetapan Allah SWT, karena Allah SWT memberikan nikmat dan ujian kepada manusia tidak akan salah ataupun tertukar antara satu dengan yang lainnya. Itu semua adalah wujud cinta Allah SWT kepada umatnya, dengan tujuan sebagai peringatan dan untuk mengatahui seberapa kuat kadar iman makhluk-Nya. Melalui semua ujian dan nikmat itu akan menjadikan manusia menyadari apa arti kehidupan sebenarnya, maka dari itu kita dalam menghadapai dan menyikapi ujian dengan cara yang dicontohkan Rosul SAW. Beriman pada takdir Sebagai manusia yang merupakan ciptaan Allah SWT, maka sudah seharusnya kita mempercayai takdir yang diberikan kepada kita. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ “Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” HR. Muslim no. 2653, dari Abdullah bin Amr bin Al Ash Yakinlah bahwa ujian para nabi lebih berat Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya oleh Sa’d bin Abî Waqqâsh Radhiyallahu anhu يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً قَالَ الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ “Ya Rasûlullâh! Siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab, “Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya” HR. at-Tirmidzi no. 2398, an-Nasâi no. 7482, & Ibnu Mâjah no. 4523 Selalu ada hikmah Cara menerima ujian dari Allah SWT berikutnya adalah dengan memetik hikmahnya. Yakinkan diri bahwa setiap ujian akan membawa hikmah tersendiri bagi kita. Tidak ada ujian yang sia-sia jika dilewati dengan baik. Allah Ta’ala berfirman أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ 115 فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan Yang mempunyai Arsy yang mulia.” QS. Al Mu’minun ayat 115-116 Allah Ta’ala juga berfirman وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ 38 مَا خَلَقْنٰهُمَآ اِلَّا بِالْحَقِّ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Tidaklah Kami ciptakan keduanya melainkan dengan haq benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. QS. Ad Dukhan ayat 38-39 Ujian merupakan bentuk cinta Allah Abu Hurairah berkata, bahawa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka dia akan diberi-Nya cobaan.” Rasul bersabda, إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ “Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani. Perbanyak mengingat dosa Rasul bersabda, إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ » . فَقَالَ بِهِ هَكَذَ “Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya –begini–, maka lalat itu terbang”. HR. At-Tirmidzi, no. 2497 dan dishahîhkan oleh Al-Albani Selalu berzikir Allah SWT berfirman الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. QS Ar Ra’du ayat 28. يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. QS. Al-Ahzaab ayat 41. Perbanyak sedekah Rasul bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“.HR. At-Tirmidzi. Rasulullah kembali bersabda “Bersegeralah untuk bersedekah. Karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah“. Selalu sabar Allah berfirman لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan juga kamu benar-benar akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan [Âli Imrân ayat 186] Sholat taubat Dari Ali Radhiyallahu anhu , dia berkata, “Aku adalah seorang lelaki, jika aku telah mendengar sebuah hadits dari Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam , Allâh Azza wa Jalla memberiku manfaat yang Dia kehendaki dengan perantara hadîts itu. Jika ada salah seorang sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam yang menyampaikan sebuah hadits kepadaku, maka aku akan memintanya bersumpah bahwa dia benar-benar telah mendengar dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam . Jika dia telah bersumpah kepadaku, maka aku mempercayainya. Dan sesungguhnya Abu Bakar telah memberitakan sebuah hadits kepadaku, dan Abu Bakar telah berkata jujur, dia berkata, “Aku telah mendengar Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Tidak ada seseorang pun yang melakukan dosa, lalu dia berdiri kemudian bersuci lalu menunaikan shalat, setelah itu memohon ampun kepada Allâh, kecuali Allâh pasti akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini yang maknanya, “Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allâh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allâh ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” QS. Ali Imrân ayat 135 Husnuzhon pada Allah Allah berfirman وَلَا تَيْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ “Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir..” QS. Yusuf 87. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku bersamanya, jika dia mengingat-Ku.” HR. Bukhari 7405 & Muslim 6981 Yakin bahwa ujian mampu menghapus dosa Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمِّ، وَلاَ حُزْنٍ، وَلاَ أَذًى، وَلاَ غَمِّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا؛ إِلاَّ كَفَّرَ الله بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ Apa saja yang menimpa seseorang Muslim seperti rasa letih, sedih, sakit, gelisah, sampai duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dengan sebab itu semua”. Muttafaqun alaihi Semakin besar cobaan semakin besar pahala Anas berkata Nabi saw. bersabda,“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Dia mengujinya. Barang siapa yang rela menerimanya, dia mendapat keridhoan Allah, dan barangsiapa yang murka, maka dia pun mendapat kemurkaan Allah” Itulah 12 cara menerima ujian dari Allah SWT sesuai dengan ajaran Rasul. Bila kita sudah berpedoman dengan cara itu , InsyaAllah SWT semua masalah yang ada di dunia ini akan mudah kita hadapi, Semoga usaha yang kita upayakan untuk menerima dan menghadapi serta menyelesaikan dari semua ujian Allah SWT menjadikan iman kita semakin meningkat dan menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Amin Sumber
Islam menghargai perempuan. Berbeda dengan masa sebelum Islam, kaum hawa dianggap tidak berguna. Ibu dengan bayi perempuan dipandang sebagai aib. Tak sedikit bayi perempuan tak berdosa harus menemui ajalnya. Mereka masa Rasulullah, banyak bermunculan sosok-sosok perempuan luar biasa. Kehadiran mereka memberikan inspirasi luar biasa. Mereka tampil sebagai perempuan salehah, memiliki semangat juang ke medan perang, hingga berjihad demi menegakkan agama Allah. Pantaslah jika mereka mendapat balasan yang beruntung berhak atas janji itu ialah Sumayyah binti Khubath. Sosok perempuan yang tegar, sabar, memiliki keimanan, dan keyakinan yang kuat mempertahankan akidah Islam. Bersama suaminya, Yasir bin Amir bin Malik, dan anaknya, Ammar bin Yasir, menghadapi cercaan dan siksaan dahsyat kafir orang-orang kafir Quraisy murka terhadap Sumayyah dan keluarganya akibat keteguhan iman mereka. Yasir disiksa hingga wafat mengenaskan. Sumayyah bergeming. Keimanannya semakin kuat. Tiap siksaan yang dideranya, ia istikamah berujar, “Rabb kami adalah Allah.” Melihat penyiksaan itu, Rasulullah bersabda, “Sabarlah wahai keluarga Yasir. Sesungguhnya tempat yang dijanjikan kepada kalian adalah surga.” Sumayyah dengan ikhlas menjawab, “Sesungguhnya aku telah melihatnya surga dengan jelas, wahai Rasulullah.”Doa juga pernah terlontar dari Rasulullah SAW untuk keluarga Sumayyah. Ammar mengadu siksaan pedih yang dialami kedua orang tua serta dirinya sendiri. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, kami mendapat siksaan yang sangat keras.” Rasulullah SAW bersabda, “Bersabarlah, wahai Abul Yaqzhan julukan lain bagi Ammar. Ya Allah, janganlah Engkau siksa seorang pun dari keluarga Yasir dengan api neraka.”Gigih mempertahankan Islam membuat kemarahan para pemuka Quraisy memuncak. Terutama, pimpinan Quraisy, Abu Jahal. Ia tidak segan menyiksa dan menganiaya. Sumayyah menerima siksaan dengan tombak yang ditusukkan ke tubuhnya hingga meninggal. Karena itu, ia didaulat sebagai Muslimah yang mati syahid pertama kali. Imam Mujahid berkata, “Syahid pertama dalam Islam ialah ibunda Ammar, Sumayyah. Ia ditikam Abu Jahal dengan menggunakan tombak, tepat di ulu hatinya.”
Dalam sejarah perjalanan dakwah Rasulullah dikisahkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi oleh Rasulullah dalam menghadapi kemusyrikan kaum kafir di Makkah pada saat itu. Terlebih lagi di kota Makkah Rasulullah SAW dan para sahabat mendapatkan banyak siksaan dan kecaman dari kaum kafir Quraisy yang menganggap bahwa Nabi Muhammad akan mengancam keberadaan sesembahan yang diwariskan oleh nenek moyangnya. Dengan demikian, mereka dengan sekuat tenaga menentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Namun Rasulullah tentu tidak pasrah dengan keadaan yang demikian, beliau dengan sabar senantiasa menghadapi kekejaman mereka dengan baik, tanpa adanya pembalasan. Sehingga tak sedikit pula orang-orang pada saat itu terketuk pintu hatinya, dan menyatakan dirinya masuk Islam karena melihat indahnya akhlak yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. Tak jarang para sahabat yang memeluk Islam mendapatkan siksaan yang dilakukan oleh kaum kafir dengan sangat kejam. Salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang mendapatkan siksaan tersebut adalah seorang perempuan yang merelakan keluarga dan nyawanya untuk tetap menegakkan agama Allah. Bila kita banyak mengetahui sahabat laki-laki yang syahid dimedan perang untuk membela agama Allah, tentu kita juga perlu tahu bahwa terdapat syahidah atau orang yang syahid perempuan dalam Islam. Dan orang perempuan yang syahid pertama kali dalam islam adalah Sumayyah binti Khayyat. Sumayyah binti Khayyat atau juga biasa disebut Sumayyah binti Khabath merupakan salah seorang yang termasuk dalam golongan orang-orang yang memeluk Islam pertama. Beliau merupakan seorang budak dari majikan yang bernama Abu Hudzaifah bin Al-Mughirah Al-Makhzumi. Oleh majikannya tersebut, Sumayyah kemudian dinikahkanoleh tamunya yang berasal dari Yaman yakni Yasir bin Amir, dan dari pernikahan tersebut mereka dikarunia anak yakni Ammar dan Ubaidillah, kemudian Sumayyah dimerdekakan. Ketika Abu Hudzaifah meninggal keluarga Yasir tersebut mendapatkan perlindungan dari Bani Makhzum. Cahaya Islam di Makkah pada saat itu mulai tersebar, dan Ammar yang beranjak dewasa memiliki rasa penasaran mengenai ajaran yang dibawa oleh Rasulullah tersebut. sehingga Ammar mendatangi Rasulullah SAW di rumah Arqam untuk mendengar penjelasan dari Rasulullah mengenai Islam. Dari sini Ammar takjub dengan penjelasan Rasulullah mengenai kebenaran firman Allah SWT, sehingga tanpa ragu Ammar mengucapkan syahadatnya dan secara sah menjadi seorang muslim. Sepulangnya dari rumah Arqam, Ammar menyampaikan kabar keislamannya kepada kedua orangtuanya. Dan hati ayah dan ibunya pun juga merasa terketuk dengan ajaran Islam yang dikabarkan melalui putranya, sehingga keduanya mengikuti jejak putranya untuk berikrar dan menjadi seorang muslim. Keimanan yang dimiliki oleh orang muslim pada saat itu tidak secara terang-terangan diketahui oleh banyak pihak, dan justru menyembunyikan keimanannya. Karena kondisi pada saat itu, adanya ancaman dari kaum kafir Makkah yang menentang ajaran Rasulullah SAW. Namun, akhirnya kaum kafir Makkah pun mengetahui tentang keimanan dari keluarga Sumayyah tersebut, termasuk Bani Makhzum yang selama ini menjadi pelindung mereka. Kaum kafir Quraisy murka dengan ketauhidan yang dimiliki oleh keluarga Sumayyah, sehingga mereka mendatangi rumah keluarga Sumayyah, kemudian menangkapnya dan menyeretnya kehadapan khalayak umum untuk disiksa. Tak berhenti sampai disitu, merekapun juga disiksa diluar kota Makkah sampai mereka mau meninggalkan ajaran Rasulullah SAW. Sumayyah dan keluarganya pun terus-terusan disiksa oleh kafir Quraisy yang dipelopori oleh Abu Jahal. Keluarga Sumayyah ditusuk tombak oleh Abu Jahal dengan bertubi-tubi seraya diseret secara kasar oleh pengikut Abu Jahal. Kemudian mereka berhenti ditanah lapang yang dipenuhi dengan batu bongkah yang besar. Sumayyah, suaminya dan anaknya dibakar dibawah terik matahari padang pasir. Kaki dan tangan mereka diikat dengan erat sehingga tidak dapat bergerak sedikitpun. Abu Jahal dan para pembesar Qurasiy pun tertawa gembira melihat penyiksaan yang mereka lakukan terhadap keluarga Sumayyah. Tentu tak bisa dibayangkan seperti apa pedihnya siksaan yang dirasakan oleh keluarga Sumayyah pada saat itu demi mempertahankan iman dalam hatinya. Meskipun ditimpakan siksaan yang bertubi-tubi namun tidak ada satu kata kejipun yang keluar dari keluarga tersebut, mereka justru mengucapkan kalimat tauhid dan syahadat sebagai bukti keteguhannya dalam agama Rasulullah. Mereka terus disiksa dengan tanpa rasa belas kasihan ketika mereka disuruh untuk meninggalkan agama yang diyakininya dan mereka menolaknya. Sehingga tubuh mereka mengalir darah yang membasahi pasir, dibawah teriknya matahari darah tersebut cepat meresap dan mengering. Kabar mengenai penyiksaan keluarga Sumayyah ini pun terdengar oleh Rasulullah, sehingga beliau dan Abu Bakar bergegas menuju lokasi penyiksaan keluarga Sumayyah. Namun Rasulullah dan rombongan mu’min yang pada saat itu belum memiliki jumlah yang banyak dihalangi oleh orang-orang Quraisy dan tidak dapat melakukan perlawanan yang berarti kepada kaum kafir Quraisy. Siksaan pun belum juga berhenti dilakukan kepada keluarga Sumayyah, suaminya Yasir yang tetap kokoh mempertahankan tauhidnya pun akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah Abu Jahal memakaikan baju besi dan meletakkan batu besar diatas tubuh Yasir. Sumayyah pun hancur melihat suaminya yang meninggal dengan cara disiksa seperti itu, namun beliau bahagia karena suaminya tetap teguh mempertahankan Islam hingga napas terakhirnya. Setelah kematian suaminya Sumayyah tetap bersikukuh mempertahankan keimanannya dan menentang permintaan Abu Jahal untuk meninggalkan ajaran Rasulullah. Abu Jahal punsemakin geram hingga ia menusukkan tombak ke arah kemaluan Sumayyah. “Allahu Akbar” itulah kata terakhir Sumayyah sebelum menghembuskan napas terakhirnya dalam tikaman tombak Abu Jahal. Sumayyah dan keluarganya tentu dapat menjadi teladan bagi umat muslim untuk senantiasa mempertahankan keimanannya hingga akhir hayatnya. Syekh Ahmad Khalil Jam’ah menegaskan dalm bukunya Nisa min Ashri An-Nubuwwah bahwa dalam lintasan sejarah Islam tidak dikenal seorang perempuan yang memiliki kesabaran seperti Sumayyah, dengan ketauhidan yang begitu tangguh dan keras. Rasulullah SAW pernah berdo’a untuk keluarga Ysr dan Sumayyah “Wahai keluarga Yasir, bersabarlah. Sesungguhnya tempat kemali kalian adalah surga” HR. Al-Hakim. Dari do’a Rasulullah tersebut mengantarkan keluarga Yasir untuk dapat menahan segala siksaan yang dilakukan oleh Abu Jahal dan kaum kafir Quraisy sehingga berbuah kenikmatan yang tiada tara yang berupa surga jannatun na’im. Dari kisah Sumayyah dan keluarganya kita dapat mengambil hikmah berupa keteguhan iman yang perlu diperjuangkan hingga akhir hayat, meskipun nyawa menjadi taruhannya. Coba kita bayangkan apabila kita berada pada posisi keluarga Sumayyah, apakah kita akan sanggup mempertahankan iman kita dikondisi tersebut? Dengan demikian kita dapat senantiasa belajar untuk meningkatkan keimanan serta mempertahankannya, mengingat perjuangan kita mempertahankan keimanan tentunya tidak sekeras perjuangan yang dilakukan oleh keluarga Sumayyah. Dan kita patut bersyukur diberikan oleh Allah kesempatan berada dikehidupan seperti sekarang ini, dengan senantiasa bertaqawa kepada Allah, dan mempertahankan iman hingga hembusan napas terkahir. Oleh Fabby Aisyatul Mu’minah Az-zuhri Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
- Lagu Sumayyah yang dinyanyikan Anisa Rahman trending. Sumayyah merupakan salah satu lagu yang mengisahkan tentang sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bernama Sumayyah binti Khayyat. Ia adalah wanita mulia yang mengorbankan nyawanya demi keimanan kepada Allah. Lirik dari lagu ini telah banyak menyentuh hati banyak orang, mengingatkan lagi tentang sejarah dan memberikan inspirasi bagi para muslim di zaman sekarang. Lirik Lagu Sumayyah Dalam diri selembut sutera, kau miliki iman yang teguhKau nyalakan obor agama dirimu bak lenteraDibelenggu jahiliah kau tempuh dengan beraniWalaupun jasadmu milik tuan, tetapi hatimu milik Tuhan Padang pasir menjadi saksi, ketabahan keluarga ituKetika suami dan anak dibaring menghadap mentariDisuruh memilih iman, atau kekufuranSamar jahiliah atau sinaran akidah Sabarlah keluarga Yasir, bagimu syurga disanaDan kau pun tega memilih syurga, walau terpaksa mengorban nyawaLalu tombak yang tajam menikamJasadmu yang tiada bermayaNamun iman di dadamu sedikit tidak berubah Darahmu menjadi sumbu pelita imanSumayyah kaulah lambang wanita shalihahTangan yang disangka lembut menghayun buaianMenggoncang dunia, mencipta sejarah Sumayyah kau dibunuh di dunia sementaraUntuk hidup di syurga yang selama-lamanyaKaulah wanita terbaik, sebaik manusiaNamamu tetap menjadi sejarah Darahmu menjadi sumbu pelita imanSumayyah kaulah lambang wanita shalihahTangan yang disangka lembut menghayun buaianMenggoncang dunia, mencipta sejarah Sumayyah kau dibunuh di dunia sementaraUntuk hidup di syurga yang selama-lamanyaKaulah wanita terbaik, sebaik manusiaNamamu tetap menjadi sejarah
DIALAH Sumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughirah. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekkah, sehingga tak ada kabilah yang dapat membelanya, menolongnya, dan mencegah kezaliman atas dirinya. Dia hidup sebatang kara, sehingga posisinya sulit di bawah aturan yang berlaku pada masa jahiliyah. Begitulah Yasir mendapati dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Hudzaifah, yang dia dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini, dan beliau hidup bersamanya serta tenteram bersamanya. Tidak berselang lama dari pernikahannya, lahirnya anak mereka berdua yang bernama Ammar dan Ubaidullah. BACA JUGA Kesabaran Sumayyah binti Khayyath Berbuah Surga Tatkala Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki, beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah kepada beliau. Berpikirlah Ammar bin Yasir sebagaimana yang dipikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau dalam berpikir dan lurusnya fitrahnya, menggiringnya untuk memeluk dinul Islam. Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya. Beliau menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata, Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah yang penuh berkah tersebut dan bahkan mengumumkan keislamannya. Sumayyah pun menjadi orang ketujuh yang masuk Islam. Dari sinilah dimulainya sejarah yang agung bagi Sumayyah binti Khayyat, yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak fajar terbit untuk yang pertama kalinya. Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam, bahkan mereka mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir tidak menanggapinya melainkan dengan pertentangan dan permusuhan. Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari din mereka. Mereka memaksa dengan cara mengeluarkan mereka ke padang pasir tatkala keadaannya sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan di atas dadanya sebongkah batu yang berat. Akan tetapi, tiada terdengar rintihan atau pun ratapan, melainkan ucapan, “Ahad … Ahad ….” Sumayyah binti Khayyat ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Yasir, Ammar, dan Bilal. Suatu ketika, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah disiksa dengan kejam, maka beliau menengadahkan ke langit dan berseru, صَتْرًاآلَ يَاسِرٍفَإِ نِّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ “Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga.” Sumayyah binti Khayyat mendengar seruan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka beliau bertambah tegar dan optimis. Dengan kewibawaan imannya, dia mengulang-ulang dengan berani, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar.” BACA JUGA Sumayyah binti Khayyat, Teguh sampai Akhir Hayat Begitulah, Sumayyah binti Khayyat telah merasakan kelezatan dan manisnya iman sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang remeh dalam rangka memperjuangkan akidahnya. Hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah Azza wa Jalla, maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para tagut yang zalim; mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya, sekalipun hanya satu langkah semut. Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya, Sumayyah binti Khayyat pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Tatkala para tagut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah binti Khayyat maka musuh Allah Abu Jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkan sangkur yang berada dalam genggamannya kepada Sumayyah binti Khayyat. Terangkatlah nyawa Sumayyah dari raganya yang beriman dan suci bersih. Ia adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Ia gugur setelah memberikan contoh baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, beliau telah mengerahkan segala yang beliau miliki dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan imannya. Ia telah mengorbankan nyawanya, dalam rangka meraih keridhaan Rabbnya. Mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan. [] Referensi Mereka adalah Para Shahabiyah, Mahmud Mahdi Al-Istanbuli dan Musthafa Abu An-Nashir Asy-Syalabi, Pustaka At-Tibyan, Cetakan ke-10, 2009.
keluarga sumayyah mendapat ujian keimanan berupa